Anand Krishna's Spiritual Journey to Kashmir & Leh on Mei 11-22, 2008 with some friends visiting many spiritual places such as The Tomb of Rozabal, Jamia Mosque, Shahi Hamdan Mosque, Hazratbal Shrine, Alchy Monastery, Likir Monastery, Lamayuru, Hemis Monastery, Shanti Stupa and Darga of Inayat Khan. In Hemis Monastery, 1991, Anand Krishna was mysteriously healed from Leukemia.
Video of Anand Krishna's Spiritual Journey to Kashmir & Leh
Perjalanan Ruhani ke Kashmir dan Leh India (Kelima, Triwidodo)
Satsang Malam Kedua di atas House-Boat
Catatan Kecil Kelima
Sangat sulit membebaskan diri dari keterikatan terhadap lidah. Keterikatan yang cukup berat, itulah sebabnya konon sebelum meninggal banyak orang yang meminta masakan tertentu. Organ pengecap di lidah mungkin hanya merupakan sebuah ilusi tetapi pengaruhnya dapat menghidupkan perekonomian. Semua Rumah Makan baik tingkat Warteg sampai yang berkelas Internasional, keberlangsungan kehidupannya tergantung dari organ lidah manusia. Seorang pilot itu harus menurunkan posisi dirinya mengambil penumpang dan untuk mengangkatnya menuju tujuan.Seorang Guru TK harus menyampaikan pengetahuan berdasarkan tingkat kemampuan murid TK-nya. Seorang Master harus menurunkan kesadarannya untuk dapat berkomunikasi dengan pengikutnya.
British Menu dan Pejaja Barang memakai perahu
Selesai perjalanan dari New Delhi-Srinagar dan berkunjung ke rumah Profesor Fida Hassnain, rombongan meneruskan perjalanan ke Danau Dal dan menginap di house-boat. Pada malam pertama menginap tersebut, setelah selesai mandi, makan malam sudah disiapkan oleh Moh. Asyik. Selama perjalanan di Kashmir dan Leh menu makan siang atau makan malam selalu terdiri dari:
1. Soup.
2. Lauk utama misalnya Chicken atau Lainnya.
3. Dua macam sayur misalnya green beans dan Broccoli
4. Tea/Coffee.
5. Desert atau buah.
Pengaruh British Menu terasa, bumbunya pun tidak terlalu banyak seperti makanan India. Menu India yang pas bagi lidah Jawa adalah Chicken Tandhuri, ayam bakar.
Sangat sulit membebaskan diri dari keterikatan terhadap lidah. Keterikatan paling berat, itulah sebabnya konon sebelum meninggal banyak orang yang meminta masakan tertentu. Salah satu teman kami, Pak Marhento berkata, seandainya semua orang bisa melepaskan keterikatan terhadap selera yang tertanam di bawah sadar, semua warung akan tutup dan perekonomian akan melambat. Ada benarnya, bila orang tidak mempunyai keterikatan terhadap rasa dan selera lidah bagaimana Rumah Makan, Mbok Berek, Suharti, Ponyo, Gumati, KFC, Pizza dan lain-lain akan gulung tikar. Iklan Biskuit Roma, Coklat, Susu berbagai merek akan berantakan semua. Keberadaan hanya memberikan organ pengecap di lidah yang mungkin hanya sebuah ilusi tetapi pengaruhnya menghidupkan perekonomian. Guruji, Gusti, rasa itu bagi kami masih nyata bukan ilusi, pernah didepan kami tersedia masakan Thali di Restoran India, dan yang 100 % habis hanya yogurt dinginnya.
Memang kami baca Terjemahan Buku Vasishta Yoga tentang ilusi, tetapi dalam praktek ilusi sebuah kecapan lidah pun terasa berat. Yang Mulia Atisha mengajarkan agar kita menekankan semua ini hanya mimpi, hanya mimpi, tetapi makan masakan yang bukan masakan Indonesia pun amat berat. Guruji, bimbing kami.
Sehabis makan malam, kami rombongan enam orang tinggal di house-boat Firdaus yang terpisah dua unit house-boat dari tiga house-boat yang lain. Tiga house-boat yang lain terhubungkan dengan satu dermaga. Bagi rombongan kami, walau terpisah hanya dua house-boat untuk berkumpul kami harus naik shikara, perahu dayung khas Danau Dal. Membayar shikara untuk jarak dekat hanya sekitar Rp. 20.000, tetapi pada waktu malam hari menunggu shikara yang lewat perlu puluhan menit.
Pada malam pertama menginap, setelah makan malam kami mengobrol di ruang keluarga, sambil melihat televisi. Akan tetapi para penjaja barang dagangan datang dengan beberapa perahu dan menggelar barang dagangannya sehingga ruangan penuh berupa barang jajaan. Kami tidak sempat tenang, dan karena belum mood, kami masuk kamar masing-masing dan mengobrol.
Mendatangi Satsang Untuk Mempertahankan Kesadaran
Esoknya, kami diberi tahu semalam ada satsang dan bahkan dijemput dengan shikara dan dikatakan kami berenam sudah tidur kecapaian. Baru terpisah dua house-boat saja, kami sudah melalaikan adanya Guruji, apalagi kalau jaraknya jauh dan lama tidak ke Ashram. Kontak dengan dunia, bagi kami memang memerosotkan kesadaran, sehingga kami perlu datang rutin ke Ashram, ke satsang yang penting untuk mempertahankan kesadaran. Jelas lain dengan Guruji, yang datang ke dunia ini untuk meningkatkan kesadaran kita. Beliau memang menurunkan kesadaran agar dapat berhubungan dengan kita dan mengajaknya naik dan terbang.
Oleh karena itu pada malam kedua, kami semua makan malam dengan cepat dan segera naik shikara berkumpul dengan teman-teman lainnya. Memang kami berenam menunggu, karena teman-teman lain sedang makan malam dan kami menyaksikan pemandangan malam hari yang indah di Danau Dal. Kami ingat Guruji pernah bekata, jangan menanyakan pertanyaan duniawi kepada Beliau, pertanyaan duniawi membebaninya. Tetapi pertanyaan apa yang harus kami siapkan, kami masih kental duniawi. ........ bila seorang yang masih berada dalam wilayah Hukum Aksi-Reaksi dan menanyakan sesuatu sama saya - jawaban saya sudah pasti berbeda dari jawaban yang saya berikan kepada orang lain yang sudah berada diluar wilayah itu. What i say unto Thee, is meant for Thee. Apa yang aku katakan kepadamu, hanya berlaku bagimu.
Pada waktu satsang, kami semua diminta sharing. Di pulau Jawa pedalaman, sebagian orang tua seangkatan kakek kami dan sudah lebih banyak saat ini, yang mempercayai bahwa Sadapalon, Semar akan datang lagi untuk membawa kebenaran, membawa agama Budhi, agama kawruh agama pengetahuan. Bukan agama baru tetapi pengetahuan untuk menjalankan agama dengan lebih baik. Kami ingat penjelasan Prof. Fida Hassnain, bahwa pada setiap kaum terdapat kepercayaan masyarakat tentang akan datangnya Mahdi, Mesias yang ditunggu-tunggu.
Selanjutnya kami sharing tentang Bodhidharma yang lama menghadap tembok untuk mempelajari dialek China. Menyampaikan lewat penterjemah sangat riskan, masalahnya bukan penguasaan bahasa, akan tetapi tingkat kesadaran penterjemah yang mungkin berbeda sehingga tidak semua esensi dapat dapat disampaikannya dengan benar. Jauh di dalam hati kami, kami ingin pemandu yang berbahasa Indonesia, kami sulit menyerahkan keyakinan ini kepada mereka yang mengaku paham dalam agama yang bahasanya kurang kami mengerti. Bahasa agama adalah bahasa hati, dan bukan percaya membuta. Terima kasih Guruji.
Tanggapan Guruji, Bahasa itu memang penting, beliau menyitir ucapan Baba, seorang pilot itu harus menurunkan posisi dirinya mencapai penumpang untuk mengangkatnya menuju tujuan. Beliau mengingatkan ungkapan, ...... pada hari ini telah kusempurnakan agamamu, agar dapat menjadi pedoman bagimu. Mungkin kata-kata yang kami tulis kurang tepat, tetapi intinya sebelumnya, belum ada kitab yang ditulis dalam bahasa ini. Kita tidak perlu berdebat, karena persepsi stiap orang memang berbeda, tetapi pendapat Guruji itulah yang sesuai dengan diri kami.
Mas Zeembry, sharing tentang kita datang untuk merasakan, mengalami. Guruji menanggapi memang demikianlah sebenarnya. Belajar bisa dari internet, tetapi proses pengalaman harus dialami secara pribadi. Guruji menjelaskan tentang Rozabal, tentang jalan yang bernama Isamarg, tentang perkampungan yang disebut Isabagh di Kashmir yang erat kaitannya dengan Gusti Yesus. Ma Archana membacakan tulisan Kata Pengantar oleh Prof. Fida Hassnain yang membuat kami semua berbahagia. Menurut Guruji, Prof. Fida Hassnain menulis terlampau tinggi dan bisa terjadi pemaknaan yang menyulut kontroversi di Indonesia. Ibu Pertiwi, sebagian pandangan putera-puterimu terlalu sempit, terlalu menganggap kebenaran harus sesuai konsep mereka. Tetapi kawallah Guruji dalam menyampaikan kebenaran. Om Prthvi Santi Om Svaha. Energi Kashmir memang luar biasa. Banyak tempat-tempat Ziarah Orang-Orang Suci. Mengalami energi ini penting bagi para komandan. Kami berbahagia melihat teman-teman yang muda-muda, layaklah mereka mendapatkan pasopati, senjata penakluk kebinatangan dalam diri. Energi yang penting bagi Ashram. Semoga teman-teman dapat berjuang sepenuh tenaga. Bagi kami yang sudah lebih dari setengah abad, diajak Guruji pun sudah sangat membahagiakan, biarlah kami terus menulis saja.
Mengenai Semar, beliau menyinggung sedikit tentang Sapta Rshi. Menurut kepercayaan Hindu, masing-masing Kota mempunyai Pelindung, dan Semar adalah Pelindung di Indonesia. Dari internet dapat diperoleh informasi yang mungkin saja belum tepat. Dibawah The Highest Creative Intelegent terdapat Sapta Rshi yang pekerjaan mereka memberikan bantuan untuk Jiwa-Jiwa agar dapat kembali ke sumbernya. Mereka mempunyai pekerja 144.000 Rishi. Ketujuh Rshi ini berbeda-beda karena perolehan sumbernya berbeda dan sebagian Rishi telah diganti karena yang bersangkutan telah melanjutkan perjalanannya. Yah, mungkin ada sedikit kesamaannya dengan kepercayaan adanya malaikat.
Tentang Krishna Murti dan Osho
Krishna Murti dan Osho adalah tokoh-tokoh spiritual yang handal, malang melintang dalam dunia spiritual. Nama putera Bunda Bumi ini sangat harum semerbak, pengikutnya menyebar ke seluruh planet ini, dan tulisan-tulisannya banyak digunakan sebagai rujukan. Enam atau tujuh bulan sebelum meninggalkan dunia, mereka terserang depresi. Ternyata pengetahuan, usaha keras nampaknya sulit juga mengubah dunia. Kesadaran manusia cenderung menurun. Krishna Murti meninggal karena penyakit Kanker. Osho di akhir hayatnya mengubah-ubah panggilan. Pertama agar dipanggil Rajnees saja kemudian Osho Rajnees, dan terakhir Osho saja. Mystic Rose, Laughing Meditation oleh sebagian orang dijelaskan dengan berbagai teori. Padahal setelah kita berupaya sekuat tenaga dan hasilnya belum memuaskan, sudah hopeless, maka yang kita punyai tinggal tertawa. Dan tertawa itu membuat kita tetap sehat. Mengapa depresi dapat menyerang mereka yang sudah berkesadaran tinggi, Guruji menambahkan sebagai alasan untuk meninggalkan dunia. Dalam hati kami semua terbersit kekhawatiran, Guruji sudah all-out, ratusan judul buku , ratusan artikel dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia, ribuan satsang, vihar, jalan kemana-mana. Kita semua perlu all-out agar Guruji berbahagia. Semoga Bunda Bumi melancarkan pekerjaannya. Semoga Bunda Alam Semesta mengawal tugas pilihannya. Menyelesaikan Karma Bhoomi-nya. .
Pak Marhento menanyakan penjelasan bahwa kita di dunia ini untuk menyelesaikan karma kita. Kemudia kita mendengar tentang quantum-leap yang dalam sekejap langsung meningkatkan kesadaran kita. Guruji menjelaskan, kita harus menyelesaikan karma kita. Dan penyelesaian karma di dunia ini memakan waktu l;ama. Akan tetapi penyelesaian karma di alam lain waktunya bisa saja sangat singkat. Mungkin saja mimpi pun dapat menyelesaikan karma kita dengan cepat.
Guruji, kami ini belum tahu apa-apa. Seandainya kami berangkat sendiri ke Kashmir, kami sudah balik-kucing, melihat banyaknya militer di Airport Srinagar dengan senjata siap tembak. Kami pun tidak tahu tempat mana yang lebih penting. Tanpa penjelasan Guruji, kami buta dan mungkin saja kami terpengaruh oleh beberapa mandala yang mungkin kurang sesuai bagi perkembangan kesadaran kami. Kami pun belum tahu apa-apa, pada waktu menulis kisah yang kelima ini sudah keluar Heart to Heart Guruji tertanggal 26 Mei 2008. Kami quote Heart to Heart dalam karakter miring.
Gifts from Kashmir:
30 Mei 2008
Kemarin sehabis tugas mengadakan acara kantor tentang Hari Air Dunia di Kota Kendal yang dihadiri Bapak Gubernur Jawa Tengah, kami segera balik ke Semarang untuk bersama-sama teman-teman mengikuti bedah buku Be Happy oleh Guruji di Jogya Expo Center yang dimulai pukul 19.00. Luar biasa, yang hadir sangat antusias. Guruji kelihatan muda dan penuh energi. Cinta memang membuat manusia lebih sehat. Pukul 21.30 kami semua limapuluhan orang dari Center Joglosemar mengikuti Satsang dengan Guruji. Kami sempat diminta sharing perjalanan ke Leh oleh Guruji kepada teman-teman semua. Pukul 23.00 baru selesai dan sepanjang jalan ke Semarang kami semua tidak tidur seakan mendapatkan limpahan energi dari Guruji. Pukul 02.15 kami baru sampai Semarang. Hitung-hitung malam ulang tahun kami yang ke lima puluh empat yang jatuh pada hari ini. Terima kasih Guruji.
Triwidodo.
Mei 2008.
Spritual Journey, Journey to Leh (First)


Prof. Haji Fida Mohammad Khan Hassnain, Sufi Mystic
Previously Director of Archives, Archaeology, Research and Museums; and State Editor, Gazetteers of India, Kashmir




The Hazratbal Shrine : Muslim shrine in Srinagar, Jammu & Kashmir, India. It contains a relic believed by many Muslims of India to be a hair of the Islamic prophet Muhammad





Spritual Journey, Monastery (Second)

Maitreya, the Buddha of the Future, stands 8 meters tall on this cliff face. This is about the half-way point between Leh (Ladakh) and Padum (Zanskar).
Lamayuru is a Tibetan Buddhist Gompa (monastery) in Kargil District, Western Ladakh, situated on the Srinagar - Kargil - Leh road 15km east of the Fotu La, at a height of 3510m.
Founded by the Indian scholar Mahasiddhacarya Naropa in the 11th century (allegedly on the site of a dried-up lake) after spending many years meditating, Lamayuru is the one of the largest and also one of the oldest gompa in Ladakh with a population of around 150 permament monks resident. It has, in the past, housed up to 400 monks, many of which are now based in gompas in surrounding villages. Lamayuru is host to two annual masked dance festivals, in the second and fifth months of the Tibetan lunar calendar, when all the monks from these surrounding gonpas gather together to pray.


The name Likir means "The Naga - Encircled". The reason behind this naming of Likir Gompa of Ladakh is that it stands surrounded by the bodies of the two great serpent spirits, the Naga-rajas, Nanda and Taksako. The monastery is situated at a distance of approximately 62 km to the west of Leh town. Lhachen Gyalpo, the fifth king of Ladakh, offered the site where the monastery now stands, to Lama Duwang Chosje. The Lama, a great champion of meditation, blessed the site offered to him, after which the construction on the monastery was undertaken. The Likkir Monastery of Leh Ladakh was founded in the later half of the 11th century, around the year 1605. It belongs to the Yellow Hat Sect, founded by Tsongkhapa.







The aim behind the construction of the stupa was to commemorate 2500 years of Buddhism and to promote World Peace. His Holiness, the Dalai Lama inaugurated the Shanti Stupa in the year 1985.
Perjalanan Ruhani ke Kashmir dan Leh India (Keempat, Triwidodo)
Rozabal Danau Dal
Catatan Kecil Keempat
Ketinggian Kota Srinagar yang sekitar 1.730 m di atas permukaan laut membuat suasana yang sejuk dan tidak begitu panas walau di bulan Mei. Danau Dal seluas 18 km2 dan di salah satu teluknya berjajar lebih dari 500 house-boat yang berarsitektur kayu dari Abad Victoria ditambah shikara-shikara, perahu-perahu dayung khas Kashmir yang berlalu lalang sebagai alat transportasi yang menambah kecantikan alam. Di Srinagar terdapat tempat ziarah Hasrat Youza Asuph yang dipercaya sebagai makam Gusti Yesus. Dalam Bavishya Mahapurana yang ditulis sekitar tahun 100 Masehi terdapat penjelasan tentang Gusti Yesus yang berada di Kashmir.
Masjid pertama di Kashmir Masjid Shah-i-Hamdan dengan arsitektur kayu yang indah terletak di samping kanan sungai Jhelum yang mengalir ke Pakistan. Masjid Jamia dengan arsitektur kayu dengan 370 pilar yang terbuat dari batang pohon pinus utuh dengan bentuk cincin segi-empat dengan taman di tengahnya. Sangat jarang masjid berbentuk demikian, ada yang komentar seperti Hindu Temple di Nepal. Di dekat Danau Dal juga ada Masjid Hasrat Bal yang menyimpan relik rambut Nabi Muhammad. Di tepi Danau Dal naik ke bukit setinggi 304 m berdiri Shankaracharya Temple yang juga terkenal dengan bukit Takht-i-Sulaiman. Peninggalan-peninggalan dari berbagai kebudayaan tersebut ramai dikunjungi Wisatawan dan para Penziarah.
Selama 3 malam rombongan menginap di house-boat di Danau Dal. Danau seluas 18 km2 mempunyai keliling pantai sepanjang 24 km. Sebetulnya ada Danau Naggin yang lebih kecil yang terpisah dari Danau Dal dengan sebuah jalan dan jembatan. House-boat berarsitektur kayu abad Victoria ini dikumpulkan dalam sebuah teluk sehingga tidak mengganggu fungsi Danau Dal. Luas satu unit house-boats dengan klasifikasi *superdeluxe* sekitar 150 m yang terdiri dari 3 Kamar Tidur dengan kamar mandi di dalam kamar lengkap shower air panas, Ruang Tamu dengan tivi, Ruang Makan, Dapur dan Balkon di luar. Dari balkon pemandangan sangat indah dan kelihatan bangunan Shankaracharya temple di atas bukit.
Bangun pukul 4.00 pagi kami duduk di balkon. Merenung. Tidak ada sesuatu yang kebetulan. Tidak ada tindakan seorang Murshid tanpa maksud meningkatkan kesadaran *disciples*-
kita kan terpengaruh mandala yang mungkin tidak sesuai dengan peningkatan kesadaran kita. Dengan berbagai kesibukan yang luar biasa padatnya dan usia di atas setengah abad, beliau masih sempat menulis ratusan artikel di Harian di Bali, Jakarta Post, ratusan buku bahkan kini sebuah buku tebal berbahasa Inggris yang foreword nya ditulis oleh Prof. Fida Hassnain. Kami telah bukukan tulisan Heart to Heart dari Guruji yang beberapa diantaranya kami bacakan sebelum latihan Semedi 1 di Solo. Cuplikan yang kami tulis dengan karakter miring ini adalah tulisan Guruji bulan Juli tahun 2003 yang menyentuh hati para muridnya.
Beloved,
Hukum Aksi-Reaksi, Sebab-Akibat, berlaku selama kau masih berada dalam wilayahnya. Bila kau sudah keluar dari wilayah itu, maka dengan sendirinya hukum itu tidak mengikat dirimu lagi. Walau, hukum itu masih saja berlaku, masih saja mengikat mereka semua yang berada di dalam wilayahnya.
Sebab itu, bila seorang yang masih berada dalam wilayah Hukum Aksi-Reaksi dan menanyakan sesuatu sama saya - jawaban saya sudah pasti berbeda dari jawaban yang saya berikan kepada orang lain yang sudah berada diluar wilayah itu.
What i say unto Thee, is meant for Thee. Apa yang aku katakan kepadamu, hanya berlaku bagimu.
Pengalamanmu bagimu, pengalaman itu tidak berguna bagi orang lain. Pengalaman orang lain bagi orang lain, tidak berguna bagimu. Sharing yang kau lakukan hanya akan membingungkan kamu sendiri. Sharing dengan siapa, untuk apa? Apa yang mereka tahu tentang pengalamanmu?
Pengalamanmu unik, kamu belum pernah mengalami sesuatu seperti itu - oleh karena itu jangan pula mencocokkannya dengan pengalaman-pengalam
Aku sudah mulai memberi apa yang selama ini ingin kuberikan padamu. Berarti, tugasku sudah hampir selesai. Tinggal beberapa hati lagi yang ingin kusentuh. Tinggal beberapa jiwa lagi yang ingin kusalami. Tinggal beberapa sahabat lagi yang ingin kusapa. Yang kumaksud dengan "tugas" bukanlah sesuatu yang harus kulakukan, tetapi sesuatu yang ingin kulakukan. Keinginan
yang membuat badan ini bertahan selama ini.
Aku ingin mengajakmu terbang bersamaku. Terbang melampaui lapisan langit tertinggi yang pernah terbayang olehmu. Sore itu, undangan telah kusampaikan.
Kepada teman-teman di Bali (saat satsang beberapa hari yang lalu) dan teman-teman di One-Earth (yang menghadiri latihan pertama Zen angkatan ini) yang berkenan untuk membuka diri dan mengundangku masuk ke dalam hati mereka - aku hanya dapat mengucapkan terima kasih. Kasihmu telah membasahi jiwaku, apa yang kuberikan sore itu hanyalah respons terhadap luapan kasihmu. Aku bersembah sujud pada Ia Yang Berada dan kurasakan Kehadiran-Nya di dalam hati-MU.....
Pranaam, Shata Koti Pranaam
Thy servant - a.k. *
Tidak ada kata yang perlu kami tulis sebagai tanggapan atas tulisan beliau, mata ini basah.
Teman-teman yang lain bangun dan kami melihat burung elang mengepak-ngepakkan sayap sebentar untuk kemudian sayapnya melebar tak bergerak melayang ikuti angin. Kami ingin melihat burung King Fisher yang menjadi logo Perusahaan Penerbangan New Delhi- Srinagar, tetapi burung yang konon dapat melihat ikan dari ketinggian 50 m dengan bola mata lonjong itu
tidak terlihat. Hanya burung Gagak dan burung gereja yang beterbangan. Kadang diri kami bertanya, Burung dan Tanaman bertindak selaras dengan alam, manusia lah yang bertindak tidak selaras dengan alam, mengapa kita disebut makhluk yang lebih tinggi derajatnya..
Pertanyaan kami selalu dijawab Guruji lewat Buku, lewat Heart to Heart atau pun lewat Satsang Beliau. Apa lagi yang harus ditanyakan? Yang jelas kami tetap bodoh. Pada waktu semua keluargaku tidur atau di ruang kantor sendirian sambil menulis kami selalu teringat Guruji. Foto Guruji kupasang di lemari kaca dan di laci kantor. Tetapi untuk kedekatan fisik kami biasa-biasa saja. Kami takut, mungkin akan ada yang tidak senang, itu pun bagian dari karma kami. Kami berdua suami istri hanya sepasang orang tua yang sering kambuh asam uratnya yang masuk ke Ashram pun termasuk baru. Menurut pengetahuan, orang yang sudah tua sudah terbentuk mind-nya dan sulit berubah. Itu pun kami sadari. Yang jelas kehidupan keluarga kami sangat berubah, walau masih jauh dari yang diharapkan Guruji.
Pagi itu rombongan ziarah ke Rozabal, tempat ziarah Hasrat Youza Asuph yang dipercaya sebagai makam Gusti Yesus. Kami sempat membaca di internet terjemahan cuplikan Bavishya Mahapurana yang ditulis sekitar tahun 100 Masehi. Seorang Raja bertanya kepada seorang suci, sebenarnya ia itu siapa. Dijawabnya bahwa ia dipanggil anak Tuhan, lahir dari rahim seorang
perawan, dan juga disebut Isa-Masih. Sebagi seorang perenung, kesadaran kami selalu terlambat. Ketika sampai di houseboat malam harinya, kami baru ingat bahwa kira-kira setahun yang lalu sepulang dari acara di Jogya kami diajak mampir ke Goa Maria Kerep di Ambarawa. Begitu melihat patung Gusti Yesus disalib air mata langsung bercucuran dan hari ini kami dibawa Guruji dengan teman-teman ke makamnya. Gusti, terima kasih.
Dari Rozabal, rombongan ziarah ke Masjid Jamia, masjid dengan arsitektur kayu dengan 370 pilar yang terbuat dari batang pohon pinus utuh dengan bentuk bangunan cincin segi-empat dengan taman di tengahnya. Sangat jarang masjid berbentuk demikian, ada yang komentar seperti Hindu Temple di Nepal. Sebuah ide yang berani pada zaman dahulu membangun mesjid yang dari luar hanya kelihatan masjid dari bentuk gerbangnya saja. Masjid Jamia dibangun oleh Sultan Sikander pada tahun 1400 Masehi. Dari taman luas di tengah masjid kelihatan benteng peninggalan Kerajaan Srinagar megah di atas bukit. Dari Masjid Jamia, rombongan pergi ke Benteng hanya kami tunggu di mobil, jaga kondisi.
Selanjutnya, rombongan melihat masjid pertama di Kashmir Masjid Shah-i-Hamdan dengan arsitektur kayu yang indah terletak di samping kanan sungai Jhelum yang mengalir ke Pakistan. Dibangun oleh Sultan Sikander pada tahun 1395 yang didedikasikan kepada Mir Sayyid Ali Hamdani, orang suci dari Hamdani, Persia. Mesjid terbakar pada tahun 1480 dan 1731 dan direkontruksi oleh Sultan Hasan Shah setelah kebakaran yang kedua. Rombongan berjalan ke belakang masjid dan beristirahat di bawah pohon *chinar *yang daunnya mirip *Mapple leaf *yang kebetulan tersedia tempat duduk yang terbuat dari beton. Rombongan melihat ada batu bata dengan simbol segi enam bintang Daud, *seal*dari nabi Sulaiman. Seorang anak kecil bersedia difoto bersama Guruji dan Ibu Rani, dan teman-teman seperti anak kecil tadi, minta difoto bersama Guruji. Tempat duduk tersebut berada di tepi sungai Jhelum. Dan kelihatan ada bangunan di bawah yang zaman dahulu mungkin dipakai sebagai tempat berwudhu.
Dari Masjid Shah-i-Hamdan rombongan menuju Masjid Hasrat Bal yang menyimpan relik rambut Nabi Muhammad. Kami sempat melihat ruangan di kiri mimbar yang tertutup jeruji besi. Relik Nabi hanya dikeluarkan setahun sekali pada salah satu acara keagamaan. Di masjid tersebut juga ada gambar silsilah dari keturunan nabi dan bekas kitab Al Qur'an dalam tulisan besar dalam lembaran sebesar koran yang nampak terbakar pada zaman dahulu. Di dalam masjid ada batas perempuan boleh masuk dan kami melihat dua ibu-ibu menangis sambil bersujud di depan pintu pembatas. Di halaman masjid ratusan burung dara berkumpul dan banyak wisatawan yang berfoto bersama mereka.
Di tepi Danau Dal naik ke bukit setinggi 304 m berdiri Shankaracharya Temple yang juga terkenal dengan bukit Takht-i-Sulaiman. Peninggalan-
Dari Shankaracharya temple perjalanan di lanjutkan ke Nishat Bagh. Taman yang indah, dengan air mancur yang keluar dengan tenaga alam. Taman itu diperuntukkan untuk permaisuri dan para putri raja. Beberapa teman berfoto dengan memakai baju tradisional Kashmir. Hari itu perjalanan selesai dan dilanjutkan pulang ke house-boat.
Triwidodo, Mei 2008.
Perjalanan Ruhani ke Kashmir dan Leh India (Ketiga, Triwidodo)
Satu Bumi Satu Langit Satu Umat Manusia
Catatan Kecil Ketiga
Kita perlu belajar dari pandangan masyarakat Kashmir yang tidak mempermasalahkan kepercayaan yang dianut masing-masing orang. Pendapat pengurus house-boat, pedagang asongan, pengemudi pun hampir sama. Menurut penganut Sufi Prof. Fida Hassnain semboyan mereka adalah One God, One Planet, One People. Memang tidak begitu mudah mengaplikasikannya di Indonesia. Guruji Anand Krishna menemukan semboyan yang cantik dan dapat diterima masyarakat Indonesia saat ini, One Earth, One Sky, One Humand Kind.
Menurut pemahaman kami tentang Sufi, tujuan itu kurang penting dibandingkan perjalanannya.
Memang visi mereka Satu Tuhan, Satu Planet, Satu Masyarakat, tetapi tentu mereka telah mengalami banyak kejadian yang mendahului sehingga menelorkan pandangan tersebut. Kemungkinan ada pengaruh dari Jalan Sutera yang membentang dari China ke Laut Tengah dan Timur Tengah dan cabangnya ke Leh dan Kashmir, sehingga terjadi sintesa peradaban Timur dan Barat. Masyarakat Kashmir yang adaptif dapat menampungnya dan merumuskan visinya. Bagaimanapun Pemerintahan India tetap waspada dan sepanjang jalan perbatasan tetap dijaga
ketat. Visi yang universal pun perlu dijaga dengan sistem pertahanan yang selalu siap siaga. Walaupun masyarakat Kashmir sebagian besar jenuh dengan kekerasan, tetapi sebagian tetap ingin merdeka bebas dari India dan Pakistan. Terima kasih Guruji.
Memenuhi Lebih Dahulu Kebutuhan Chakra Pertama
Dalam perjalanan penerbangan dari Jakarta ke Bangkok dan India, kami sempat merenung. Kami sering mendengarkan teman-teman yang curhat mengenai perjalanan naik pesawat. Salah satu teman kami di kantor mempunyai trauma takut naik pesawat, begitu masuk pesawat kakinya terasa berat dan badan lemas. Kalau tidak karena tugas kantor dia lebih baik naik KA.
Duapuluh tahun silam dia mendapat tugas ke Jepang, diatas laut China Selatan pesawatnya turun secara mendadak, dan masker oksigen jatuh bergelantungan, walau akhirnya pesawat akhirnya bisa naik kembali, trauma yang terjadi tak terhapus. Kejadian kedua yang menimpanya dalam perjalanan Jakarta ke Semarang dengan pesawat yang memakai propeller, di atas Cirebon cuaca buruk dan kopi yang diatas meja bisa jatuh ke hidung. Pramugari yang duduk disebelahnya diam dan pucat. Teman sekantor satunya pernah bertugas di Palu,
Sulawesi dengan kejadian yang hampir sama, dan begitu pindah ke Jawa selama 15 tahun tidak mau naik pesawat. Mereka minta saran dan kami sarankan ikut Voice Culturing Semedi 1 untuk menghilangkan trauma. Hanya sekedar naik pesawat, kadang-kadang seseorang harus menderita lama tanpa Pembimbing Spiritual. Takut mati itulah masalahnya. Terima kasih Guruji.
Begitu take off lancar, mulailah pramugari menawarkan minuman pembuka dan snack yang dilanjutkan *meals *utama yang selalu ada pilihannya. Orang senang kalau disuruh memilih, dibandingkan dengan diberi makan lezat tetapi *no other choice.* Kita merasa dihargai dengan diminta memilih. Agar senang, kebutuhan chakra pertama perlu dipenuhi dulu. Setelah itu tidur yang nyaman dan bacaan atau tontonan yang indah. Untuk memajukan pariwisata, kita perlu memahami kebutuhan lapisan kesadaran fisik, lapisan kesadaran energi, lapisan kesadaran mental emosional dan seterusnya sampai lapisan kesadaran intelegensia dan lapisan Kesadaran Murni. Perlu perhatian urusan perut ke bawah, urusan rongga dada, urusan visi sampai urusan Chakra Mahkota.
Bagaimana pun kelemahan Pak Harto, beliau memahami kebutuhan dasar manusia. Urusan perut adalah urusan pertama, bahan pokok harus terbeli oleh masyarakat, bukankah harimau yang ganas pun di pertunjukan sirkus tunduk karena urusan chakra pertama. Kebutuhan kedua adalah lapangan pekerjaan. Seseorang yang bangun pagi jam 5 dan pulang kantor jam 5 sore
dengan penghasilan yang dapat menghidupi keluarganya, tidak sempat berpikir macam-macam. Seorang yang punya banyak waktu, sedikit penghasilan dan berjam-jam di depan tivi komersial pikirannya menjadi macam-macam. Repetisi iklan ibarat mantra ampuh yang mempengaruhi mind kita. Dan mind kita tidak polos dan sederhana lagi.
Waktu yang kondusif
Dari New Delhi ke hotel jalanan macet, dimanapun juga di kota besar jalanan selalu macet. Itulah sebabnya seniman misalnya pelukis suka tinggal di desa di pegunungan, kalau pun di kota mereka suka bekerja di malam hari yang tenang, keadaan siang dan sibuk kurang kondusif. Retret mulai Jum'at sampai Minggu jauh lebih efektif daripada acara setiap hari dengan jam pendek. Masalah kemacetan transportasi dan pengaruh keramaian pekerjaan berpengaruh. Kalau sudah dapat tenang di keramaian, kalau sudah dapat menikmati perjalanan di kemacetan, kita akan lebih damai. Sebelum itu terjadi bangun pagi lebih awal untuk bermeditasi akan cukup bermanfaat.
Keesokan harinya adalah perjalanan dari New Delhi menuju Srinagar. Seperti yang terjadi di Indonesia, pesawat domestik pun sering di-delay. Kali ini lebih dari satu jam. Kompetisi diperlukan, *no other choice* atau tanpa saingan mudah menurunkan kualitas pelayanan. Tetapi
mengapa berpikir negatif? Anggap saja cuaca kurang baik sehingga lebih aman dengan sabar sedikit. Hanya dengan merubah persepsi maka keceriaan wajah akan berbeda. Latihan keempat Semedi 1 membudayakan visi dan memberdayakan kasih punya pengaruh yang besar. Menentukan persepsi yang baik adalah hak pribadi kita.
Turun di Airport Srinagar tidak ada *belalai *yang menghubungkan pesawat dengan terminal. Kebiasaan yang nyaman membuat kita manja. Cukup jauh juga berjalan dari pesawat ke terminal dan cukup jauh juga berjalan dengan kereta dorong bagasi dari terminal menuju tempat parkir. Kita sering lupa memikirkan Pak Tani di desa tepi gunung yang harus berjalan kaki 2 km
untuk mencapai jalan besar dan menunggu bis yang lewat. Semua kebiasaan yang telah menjadi bagian dari bawah sadar perlu di cleansing setiap hari sehingga kita tidak perlu membanding-bandingkan lagi dengan referensi kebiasaan di otak dan muncullah kepolosan seorang anak kecil yang selalu antusias melihat hal yang baru. Ada rasa tidak nyaman untuk keluar dari *comfort zone*. Lima buah kendaraan yang disiapkan di tempat parkir, semuanya 4-wheel drive sehingga terbersit di benak, bahwa medan yang ditempuh akan cukup berat.
Di dalam terminal banyak pasukan militer dan polisi berjaga-jaga. Keadaan seperti ini akan kita temui sepanjang jalan perbatasan. State Jammu & Kashmir di sebelah timur berbatasan dengan
Pakistan, di sebelah utara dengan China dan Afghanistan dan di sebelah timur dengan Tibet. Walaupun demikian pandangan mata mereka sama sekali tidak memperlihatkan kecurigaan kepada rombongan, dan bagasi dan jinjingan keluar dengan lancar-lancar saja. Masyarakat Kashmir pada khususnya dan India pada umumnya percaya semboyan One God, One Planet, One People. Tetapi Pemerintah India waspada pengaruh luar dengan menjaga perbatasan negaranya. Di Indonesia kita punya semboyan yang tertulis dibawah lambang Burung Garuda
Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, tetapi Pemerintah kurang menjaganya. Para Founding Fathers akan menangis melihat Semboyan Pemersatu yang diperoleh dari penelusuran banyak pustaka Nusantara sekarang diabaikan begitu saja.
Pandangan seorang sufi Frofessor Fida Hassnain
Setelah setengah jam perjalanan dari Airport Srinagar sampailah rombongan ke rumah Professor Fida Hassnain. Beliau keluar dan menyambut rombongan dengan ramah. Setelah basa basi dengan Guruji Anand Krishna, beliau diminta menyampaikan apa saja yang berharga untuk rombongan. Tulisan dengan karakter miring tersebut adalah beberapa ucapan beliau yang dapat kami ingat dan kami terjemahkan langsung dalam bahasa Indonesia.
Agar kita bisa hidup bahagia, kita harus berpandangan, yang lama telah mati, yang akan datang belum lahir, bahagia adalah saat ini. Kalau bisa setiap hari dianggap ulang tahun. Kalaupun kita mati hari ini, kita pun perlu tertawa.
Dalam satu tahun, hampir seluruh sel, sekitar 98% terbaharui. Jadi sampai dengan usia saat ini sudah beberapa trilyun sel yang sudah lahir dan mati dalam tubuh kita. Bagi seluruh sel dalam tubuh kita, mati adalah hal biasa, agar yang baru, yang lebih segar dapat mengganti. Mereka mempunyai kecerdasan, calon sel mata tetap jadi sel mata, tidak jadi sel tangan. Mereka paham tentang "blueprint" bagi kehidupan mereka. Mereka bekerja dengan tulus. Mereka tidak mementingkan diri, mereka mempunyai tujuan yang lebih tinggi dan mereka tidak takut mati. Setiap saat mereka menjalankan dharma memelihara tubuh kita. Kita punya pikiran dan kekhawatiran yang ditimbulkan dari pikiran itulah membuat tidak bahagia.
One God, One Planet, One People. Kita mendapatkan pesan dari Tuhan yang sama. Pesan atau kitab bisa berbeda-beda.
Tidak masuk akal Tuhan masing-masing kepercayaan berbeda. Dia penguasa alam, kalau Tuhan tidak satu terus matahari patuh kepada Tuhan yang mana. Ada yang menyangkal, yang disembah mereka adalah Setan. Terus kalau Setan juga berkuasa apakah tidak menyaingi Tuhan? Bumi ini tunduk kepada Tuhan atau Setan. Setan hanya berada di manusia, di pikiran manusia, di nafsu dan hasrat manusia. Dengan mengendalikan nafsu, dengan mengendalikan pikiran kita lepas dari setan. Setan yang membuat was-was, bukankah rasa was-was itu berasal dari pikiran, pikiran bawah sadar. Ketika pikiran berinteraksi dengan tubuh timbullah emosi. Rasa takut pun berasal dari pikiran. Bagi kaum Sufi kadang Allah pun disebut dengan nama Kekasih, jadi dengan sebutan apa pun Dia tetap Tuhan. Tuhan yang sama. Tuhan yang satu.
Dalam setiap kaum hampir selalu ada kepercayaan tentang Mesias atau Masiha yang akan datang. Sekelompok Muslim mempercayai Isa al Masiha akan turun lagi di akhir zaman. Sekelompok kaum Hindu mempercayai datangnya avatar yang akan datang bernama Kalkhi. Sekelompok Kaum Buddhist percaya akan datangnya Buddha Maitreya.
Sebagian orang Jawa percaya Semar atau Sabdapalon akan datang lagi membawa ilmu pengetahuan ke Nusantara. Sebagian masyarakat percaya akan datangnya Ratu Adil. Mengapa pasif menunggu. Seperti pengemis yang tidak mensyukuri karunia Tuhan dan hanya menunggu uluran tangan orang lain? Sekarang perlu bertindak dengan penuh kesadaran. Kalau sudah banyak orang bertindak dengan penuh kesadaran Semar pun akan datang, Ratu Adil pun akan tiba.
Tuhan tidak akan menyusahkan kekasihnya. Tuhan akan selalu memberikan makanan dan tempat tinggal. Makanan, pakaian yang bersih untuk raga, badan. Pikiran yang bersih untuk jiwa.
Tuhan akan memenuhi kebutuhan kita, bukan keinginan atau keserakahan kita. Pada waktu serakah kita lupa Tuhan. Ego mengembang. Makanan akan menjadi organ tubuh, jantung dan otak kita. Vibrasi pakaian akan mempengaruhi diri kita. Kita tidak nyaman setelah mandi dan memakai pakaian yang ada bekas keringatnya. Pikiran yang datang pun dapat kita pilih bahkan dapat kita saksikan dan *thoughts* pun menghilang dengan sendirinya. Setiap hari ada lebih kurang 60.000 thought. Kalau perasaan kita tidak nyaman berarti * thoughts* yang kita pilih tidak benar.
Pemahaman tentang chakra dan kudalini di sufi pun ada hanya dimulai dari bawah pusar.
Dalam buku Sufi Practices tulisan Prof. Fida Hassnain, beliau menjelaskan Chakra dibawah pusar disebut Nafsi Latifa yang mengendalikan tenaga seks. Diatasnya disebut Rohi Latifa yang mengendalikan system asimilasi pencernaan, di dada disebut Qalbi Latifa tempat kedudukan pikiran dan emosi. Di leher disebut Siri Latifa mengendalikan pernapasan. Kemudian Ajna Chakra disebut Khafi Latifa berhubungan dengan organ perasa dan sahasra Chakra disebut Akhfa Latifa berhubungan dengan *mother of the brain.* Menurut beliau warna juga mempunyai makna berbeda bagi orang berbeda. Tujuan hidup manusia untuk mencapai persatuan dengan Creator dan tidak dapat dicapai
Cobalah menarik napas dengan menyebut dalam hati Allah dan keluarkan napas dengan Hu. Seperti menarik napas dengan So dan membuang napas dengan Ham. Coba menarik napas Allah dan tahan sebentar rasakan meresap ke seluruh badan kemudian keluarkan Hu dengan pelan-pelan.Badan akan sehat.
Ya Hu, dalam bahas Inggris O He, dalam bahasa Indonesia Oh Dia. Bagi manusia zat hidup berada di udara, tanpa udara kita pun tinggal menjadi jasad. Setiap kali kita menghirup napas, kita menghirup (10 pangkat 22) atom dari alam semesta. Sejumlah atom tersebut masuk ke tubuh kita menjadi sel-sel otak, jantung, paru-paru dan lainnya. Setiap kali kita menghembuskan napas, kita mengeluarkan atom (10 pangkat 22) yang terdiri dari kepingan otak, jantung, paru-paru dan lainnya. Secara teknis, kita mempertukarkan organ tubuh kita dengan organ tubuh orang lain, dengan orang yang pernah hidup, bahkan dengan semua makhluk, semua zat, yang pernah hidup. Berdasarkan perhitungan isotop-isotop radio aktif, tubuh kita memiliki jutaan atom yang pernah singgah di tubuh orang-orang suci dan orang-orang genius. Dalam waktu kurang dari 1 tahun, 98% dari semua atom dalam tubuh kita telah berganti secara total. Atom milikku adalah atom milikmu. Atom-atom terdiri dari partikel-partikel, partikel adalah fluktuasi dari energi. Segala-galanya di bumi ini sejatinya adalah energi. Hakekatnya kita semua adalah satu. Tauhid.
Orang Kashmir itu terbuka dan menampung kebaikan yang datang dan tidak menjelekkan yang lama. Waktu ajaran Buddha datang OK, kemudian ajaran Islam datang OK pula.
Kebudayaan Indonesia pun dapat menampung semua ajaran, demi politik kekuasaanlah beberapa oknum menjelekkan kepercayaan nenek moyang kita. Di India semua peninggalan kebudayaan zaman Hindu, Buddha dan Muslim dipelihara oleh Pemerintah. Mengambil foto dengan blitz pun dilarang, demi kelestarian peninggalan kebudayaan.
Beliau akan memberikan Foreword bagi buku Guruji Jesus of Kashmir dan akan diserahkan lewat pemandu sebelum rombongan meninggalkan Srinagar.
Triwidodo, Mei 2008.
Perjalanan Ruhani ke Kashmir dan Leh India (Kesatu, Triwidodo)
Catatan Kecil Keesokan harinya dimulai lagi perjalanan yang lebih berat, banyak jalan yang belum beraspal dan harus melewati selokan-selokan yang diakibatkan salju yang mencair. Beberapa *Excavator* membersihkan salju dan kendaraan harus menunggu. Dalam perjalanan berhenti sebentar di tepi jalan untuk melihat perkampungan Buddhist di Mulbek yang berada di tengah
Pengetahuan hanya memuaskan otak dan pada saat ini informasi detailnya dapat diperoleh di internet. Akan tetapi sekedar pengetahuan terasa kering, diperlukan pengalaman ruhani yang lembab yang membangkitkan rasa. Perjalanan harus dialami, dirasakan. Bagi kaum Sufi, tujuan itu kurang penting dibandingkan perjalanannya. Dari Srinagar dapat terbang langsung ke Leh tetapi tidak dapat merasakan kerasnya perjalanan sepenggal Jalan Sutra. Jalan yang pernah ditempuh Alexander Yang Agung dengan pasukannya dari Macedonia sampai hulu sungai Jhelum yang mengalir ke Kashmir, Jalan yang dilewati Bhiksu Tong Sam Cong dengan kuda putihnya mencari Kitab Tripitaka selama 16 tahun perjalanan pulang pergi dari Chang'An di China, dan perjalanan Gusti Yesus mungkin dengan keledainya ke Leh dan Srinagar. Perjalanan ke Vihara Hemis untuk dapat merasakan betapa beratnya Guruji tujuh belas tahun yang lalu dengan kondisi parah, Hb dibawah 5 untuk mendapatkan penerangan dan kesembuhan di sana. Catatan ini akan dilengkapi dengan perjalanan ruhani secara lebih detail. Semoga bermanfaat. Terima kasih Guruji.
Beberapa Catatan Penting Perjalanan
Berdasarkan Sensus tahun 2001 Jumlah Penduduk di India 1,028 Milyar masih dibawah RRC yang saat ini mempunyai penduduk terbesar di dunia dengan penduduk sekitar 1,2 Milyar. Daerah Kashmir dan Leh berada di State Jammu & Kashmir. Ibu kota Jammu & Kashmir adalah Srinagar yang berjarak 630 km dari New Delhi. Jumlah penduduk Jammu & Kashmir berdasar Sensus 2001 adalah 10,1 juta orang yang tersebar dalam 14 District, semacam kabupaten/kota di Indonesia. Jammu & Kashmir adalah mahkota atas India dan dikenal sebagai Surga Dunia. Di Utara berbatasan dengan Afghanistan dan China. Di Timur dengan Tibet, di Barat dengan Pakistan dan dibagian Selatan dengan State Himacal Pradesh dan Punjab.
Perjalanan dimulai dari Jakarta naik pesawat menuju Bangkok yang memakan waktu selama lebih kurang 3,5 jam. Di Bangkok *stop-over *sekitar 2,5 jam dan melanjutkan penerbangan menuju New Delhi yang memakan waktu sekitar 3,5 jam. Tidak ada perbedaan waktu antara Jakarta dan Bangkok, sedangkan perbedaan waktu antara Jakarta dan New Delhi sebesar 1,5 jam. Dari Bandara Internasional New Delhi ke hotel yang berada di pinggiran kota New Delhi ditempuh selama lebih kurang 1 jam perjalanan memakai bis.
Keesokan harinya naik bis menuju Bandara New Delhi untuk melakukan penerbangan domestik ke Srinagar selama lebih kurang 1,5 jam. Dari Bandara Srinagar naik mobil *four-wheel drive* ke rumah seorang Master Sufi, Profesor Fida Hassnain, pengarang belasan buku dan pensiunan Direktur Arsip, Arkeologi, Riset dan Museum State Jammu & Kashmir. Beliau diinisiasi sufi oleh Hazrat Hayat Bouman seorang mistik perempuan yang memiliki silsilah daqri Pir-o-Murshid Hazarat Inayat Khan.
Selama 2 hari 2 malam di Srinagar, Kashmir melihat Jesus Tomb yang dikenal sebagai Rozabal, kemudian ke Masjid Jamia yang berdiri atas 387 tiang kayu tanpa sambungan. Masjid Pertama di Kashmir, masjid Shah-i-Hamdan yang penuh arsitek dan ukiran kayu kuno. Selanjutnya ke Masjid Nishat Bagh yang terbuat dari Marmer yang menyimpan rambut Nabi Muhammad. Perjalanan dilanjutkan ke Shankarachrya Temple yang sebelumnya dikenal sebagai Takht-i-Suliman. Tempat yang pernah dikunjungi Guru Besar Shankara ini juga pernah dikunjungi Nabi Sulaiman. Di sore hari menikmati keindahan Mughal Garden, taman yang dibuat salah seorang Raja Kashmir. Keesokan harinya pergi ke Resor Gulmarg yang mempunyai fasilitas Kereta Gantung untuk melihat salju di musim panas. Untuk kemudian ziarah ke makam Rishi Baba seorang sufi Muslim yang mempunyai beberapa murid Hindu. Dan berakhirlah perjalanan di Kashmir dan akan dimulai perjalanan berat ke Leh.
Perjalanan darat memakai 5 mobil Shree-Toyota Innova dimulai pagi hari. Jalan perbatasan ini dibawah pengelolaan Border Road Organization yang berada dibawah Komando Militer. Kendaraan harus berhenti di beberapa pos pemeriksaan Polisi dan Militer. Bahkan kadang pada saat tertentu menunggu sekitar 2 jam sewaktu dilakukan latihan militer. Dengan melewati tebing yang curam dan beberapa bukit es yang berliku-liku sampailah di Resor Sonmarg. Di depan penginapan terdapat banyak kuda untuk keperluan wisata. Di belakang hotel mengalir sungai Sind yang jernih. Jarak antara Srinagar dengan Sonmarg hanya 84 km, tetapi diperlukan pengemudi yang handal untuk melalui jalan licin tepi bukit yang berkelak-kelok.
Keesokan harinya perjalanan lebih dahsyat, karena harus melalui jalan paling berat dan Zojila Pass di ketinggian 3.527 m di atas permukaan air laut. Zojila Pass yang tinggi dan dingin disebut Pintu Gerbang Ladakh, nama sebuah District yang beribukota di Leh. Rombongan bermalam di kota kecil Kargil yang hanya berjarak 121 km dari Sonmarg.
Menurut penduduk setempat Kota Kargil dan Kota-Kota sepanjang Srinagar-Leh hanya mempunyai akses selama 5-6 bulan. Penginapan-penginapan dibuka tanggal 15 April dan ditutup September-Oktober. Pada waktu musim dingin jalan perbatasan ditutup karena licin, berbahaya dan hanya ada militer dan polisiyang selalu siap siaga. Di Kargil sudah mulai kelihatan perkebunan Apricot dan Aple. Bukit-bukit pun mulai menghijau, Global Warming menyebabkan kondisi cuaca yang lebih hangat dan banyak bukit mulai menghijau.
perkampungan besar Muslim. Perjalanan juga berhenti sebentar untuk masuk Vihara Chamba dengan patung Maitreya setinggi 12 meteran yang dipahat di atas bukit batu. Selanjutnya perjalanan melewati Pass tertinggi Srinagar-Leh yaitu Fotula Pass di ketinggian 4.583 meter. Daerah ketinggian tersebut dikenal masyarakat sebagai Nami Kha La, *Pillar to the sky,* Nam adalah langit, Kha adalah gunung, La adalah pass. Perjalanan berhenti untuk makan siang di Vihara tertua Lamayuru. Dalam bahasa Tibet tempat itu adalah disebut tempat Lama Yung Dung Thapa Ling. Vihara ini ditemukan oleh Lama Rinzen Zangpo yang mempunyai sisilah dari Guru Tilopa dan Muridnya Naropa. Dipercaya Naropa pernah melakukan meditasi di sana. Perjalanan dihentikan untuk menginap di Uletokpo Camping Ground. Di sebelah tempat camping
mengalir sungai Indus yang menuju ke Pakistan.
Perjalanan dilanjutkan keesokan harinya ke Vihara Alchi, satu-satunya vihara yang terletak di daerah datar di Ladakh. Vihara didirikan oleh Lama Rinzhen Zangpo seorang Lama Penterjemah yang sering melakukan perjalanan ke Kashmir dan mengajak pekerja-pekerja Kasmir mendirikan Vihara. Selanjutnya perjalanan menuju Vihara Likir yang tersembunyi di antara gunung. Dikenal sebagai Klu-Khil, Ular, dipercaya masyarakat bahwa Raja Naga pernah tidur di sana. Ditemukan oleh Lama Lhawang Chosje pada tahun 1028. beliau mengajarkan aliran Kadampa yang merupakan ajaran yang diberikan oleh Yang Mulia Atisha. Sebelum Yang Mulia Atisha menyebarkan ajaran di Tibet, beliau belajar pada Yang Mulia Dharmakirti Svarnadvipi di Pulau Sumatera pada zaman Sriwijaya. Pada tahun 1470 ajaran Kadampa dikonversikan menjadi ajaran Gelukpa oleh Tsong Khapa sebagai lanjutan dari aliran Kadampa. Perjalanan dilanjutkan dan menginap di Leh.
Pagi-pagi berangkat ke Vihara Thiksey untuk mengikuti acara ritual pagi. Di salah satu ruang seorang Bhiksu membaca mantra dan memukul semacam gong yang diikuti oleh dua orang bhiksu memakai topi khas Tibet dengan jambul seperti topi Romawi kuno hanya terbuat dari kulit domba, meniup terompet diatas Vihara. Suaranya terdengar sampai perkampungan di
bawah bukit. Kemudian rombongan mengikuti atau lebih pantas menyaksikan acara ritual berdoa dan sarapan bersama para bhiksu.
Perjalanan dilanjutkan ke biara paling terkenal di daerah Ladakh, Biara Hemis. Biara Hemis adalah biara terbesar di Ladakh. Dipercaya bahwa Padma Sambhawa membawa agama Buddha dari India ke Tibet dan mendirikan Vihara Hemis. Dipercaya orang bahwa Gusti Yesus pernah ke Vihara ini. Catatan-catatan tentang Gusti Yesus diperkirakan disimpan di Vihara ini.
Guruji Anand Krishna bertemu Lama yang menyembuhkan penyakitnya dan menyuruh pulang ke Indonesia untuk menyelesaikan Karma Bhuminya juga di Biara ini. Ketenangan dan energi luar biasa terpancar di Vihara yang terletak di ketinggian pegunungan Himalaya. Jumlah oksigen yang tipis, membuat orang lebih meditatif dan kurang bicara. Dapat dijelaskan bahwa bagi mereka yang menginap beberapa hari di Vihara, dan bermeditasi di sana akan mendapatkan ketenangan. Sebagaimana kita ketahui, energi otak diperoleh dari sari makanan dan oksigen. Setelah berpuasa sekitar empat jam, ditambah oksigen yang tipis di ketinggian, pikiran tidak begitu liar lagi. Pada saat demikian lebih mudah bagi seseorang untuk mendapatkan getaran pikiran yang sinkron dengan alam semesta, dan terbukalah dirinya. Puji Tuhan Guruji telah
mendapatkan penerangan dan kesembuhan di sana. Vihara yang tadinya terletak di tepi Sungai Indus ini didirikan dengan tujuan agar para bhiksu mandiri dengan lahan pertanian yang cukup luas dan di tengah perkampungan penduduk.
Selesai dari Vihara Hemis perjalanan dilanjutkan ke Mahabodhi International Meditation Centre. Guruji pernah memutuskan menjadi Bhiksu di tempat ini dan diinisiasi oleh Ven. Bikkhu Sanghasena dengan nama Anomadassi sebelum ketemu Lama Pemandu Beliau di Biara Hemis. Meditation Centre yang luas ini mempunyai beberapa program yang dalam 17 tahun terakhir berkembang sangat pesat. Ada program Meditasi, Program Pendidikan, Program Kesehatan
dengan Rumah Sakit dan Klinik Berjalan, Pendidikan Bhiksuni, Program Lansia, Program Remaja, Program Lingkungan dan lain-lain. Desember 2005, ketika ikut rombongan Guruji ke Varanassi sempat melakukan peninjauan ke Mahabodhi Temple dan melihat sekelompok anak muda menari dalam lingkaran menyanyikan lagu-lagu cinta tanah air seperti kegiatan Pesta Rakyat. Pada waktu itu juga sempat melakukan doa di Birla Temple di New Delhi yang juga merupakan kegiatan Mahabodhi International Meditation Centre dengan nuansa ritual spiritual. Di Sore hari melihat Shanti Stupa di puncak bukit di Leh yang didirikan oleh pemerintah Jepang. Selanjutnya ke Vihara Shankar.
Pagi harinya perjalanan dilanjutkan ke Khardongla Pass yang merupakan Pass tertinggi di dunia dengan ketinggian 6.127 m yang telah dicatat dalam *Guinees Book of World Records. *Persiapan matang perlu dilakukan karena di ketinggian tersebut oksigen sangat tipis dan membuat kepala pusing. Khardongla Pass ini merupakan jalan yang harus dilewati ke Nubra yang bisa diteruskan ke China.
Kita mengenal perjalanan ke Barat oleh Bhiksu Tong Sam Cong. Jalan yang dilalui melalui Khardongla Pass, Fotula Pass dan Zojila Pass menuju Kashmir. Hal itu bermula ketika Kaisar Li Sin Min mengutus Bhiksu Tong Sam Cong untuk mengambil Kitab Suci Tripitaka dari India melalui "Jalan Sutra Utara". Jalan tersebut demikian melegenda, hingga melahirkan kisah klasik
See Yu, yang melalui tayangan televisi demikian terkenal sebagai serial film "Kera Sakti". Bhiksu Tong Sam Cong melakukan perjalanan dari Chang'An, Anxi, Tashkent, Samarkand, Leh, Tibet, Bodhgaya, terus ke India Selatan sampai ke Kancipuram. Kemudian kembali ke Utara ke Kashmir, Kashgar, dan Anxi untuk kembali ke Chang'An. Perjalanan bhiksu Thong Sam Cong yang digambarkan menaiki kuda putih ini dilakukan selama 16 tahun dari tahun 627 sampai
dengan tahun 643.
Alexander Yang Agung pada tahun 330 BC juga pernah melakukan perjalanan sejauh 20.000 miles dari Macedonia ke Punjab. Setelah lewat Bactria, dan berhenti sebentar di Kabul, meneruskan perjalanan sampai sungai Jhelum di hulu Kashmir dan tentaranya menolak meneruskan perjalanan ke India.
Gusti Yesus juga dipercaya melakukan perjalanan ke Kashmir lewat Jalan Sutra bahkan dipercaya makamnya berada di Kashmir. Jalan Sutra di mulai dari Chang'An di China, ada cabang dari Kashgar kemudian turun ke arah Selatan ke Leh dan Srinagar. Dari Kashgar ke Barat, Samarkand, Bokhara, Merv, Persia, Mesopotamia bertemu dengan Laut Tengah di Antioch dan Tyre. Rute ini digunakan untuk kepentingan perdagangan dan perpindahan penduduk oleh Bangsa Mesir, Irael, Arya dan lainnya.
Keesokan harinya melakukan penerbangan dari Leh menuju New Delhi. Di Delhi ziarah ke makam Hazrat Inayat Khan, Bahai Temple, Birla Temple dan *sight seeing* di New Delhi.
Keesokan harinya pulang menuju Jakarta.

